SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI BATALYON INFANTERI LINTAS UDARA 503 MAYANGKARA -- WELCOME TO THE OFFICIAL BLOG OF 503rd AIRBORNE INFANTRY BATTALION "MAYANGKARA" -- SEGENAP KOMANDO DAN STAF MENGUCAPKAN SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H BAGI KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT -- MINAL AIDHIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN -- THE ENTIRE OF COMMAND AND STAFF UTTER HAPPY IDUL FITRI 1434 H FOR THE MOSLEMS CELEBRATING -- PLEASE FORGIVE FOR ALL MISTAKES -- TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA -- THANK YOU FOR VISITING

Sabtu, 23 Maret 2013

UPACARA ADAT MEMBANGUN RUMAH DIDESA NANAENOE



Satgas Yonif Linud 503/MK yang mempunyai tugas pokok menjaga perbatasan disepanjang wilayah darat RI-RDTL. Selain melaksanakan tugas pokok juga terdapat beberapa sasaran yang salah satunya adalah melaksanakan pembinaan teritorial disekitar wilayah perbatasan diantaranya dengan anjangsana, mengajar, karya bhakti dan kegiatan lainnya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Acara adat membangun rumah di desa Nananoe
 
Satgas Pamtas Yonif Linud 503/MK Kostrad yang berada di desa Nanaenoe pada tanggal 2 maret 2013 telah diundang masyarakat melalui kepala desa Nanaenoe untuk datang dalam acara pembangunan rumah semi permanen yang dilakukan secara adat.
Kegiatan dimulai dengan upacara adat pemotongan babi yang kemudian darahnya di sebarkan di sekitar lahan yang akan dibangun rumah tersebut. Darah disebarkan mulai dari tengah atau titik pusat rumah tersebut sampai dengan empat sudut rumah yang akan dibangun.
Prajurit Yonif Linud 503 ikut membantu dalam ritual adat pemotongan babi.

 Pemotongan yang dikenal dengan istilah “helubangwan babi ini adalah syarat utama masyarakat di Desa Nananoe, karena mereka percaya bahwa darah babi ini dingin, sehingga rumah mereka akan terasa sejuk dan nyaman. Masyarakat tidak menggunakan darah hewan lain seperti kambing atau sapi karena menurut kepercayaan mereka darah hewan itu panas sehingga nanti akan menimbulkan efek negatif bagi mereka yang akan tinggal dirumah yang akan mereka tempati tersebut. Setelah acara adat pemotongan babi, kemudian babi tersebut dibakar dan dimasak oleh ibu-ibu untuk masyarakat yang membantu pembangunan rumah.
Kegiatan dilanjutkan dengan membuat lubang pondasi berbentuk segi empat. Setelah pembuatan lubang pondasi selesai, kegiatan berikutnya adalah makan bersama.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari Dansatgas Mayor Inf Freddino Janen Silalahi dan menurut Danpos Letda Inf Agung Yudha keterlibatan anggota Pos Nananoe dalam rangkaian upacara adat pembangunan rumah tersebut  semata-mata dalam  rangka membina hubungan kedekatan dengan masyarakat dalam kerangka BHINEKA TUNGGAL IKA, yang meskipun walaupun latar belakang adat, budaya, ras suku bangsa dan agama tetapi tetap satu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Posting Komentar